Berita

Focus Group Discussion (Fgd) Riset Bersama Dalam Rangka Pengembangan Potensi Daerah

 Universitas Padjadjaran yang terbentuk dalam Tim ASUP JABAR (Aliansi Strategis Universitas Padjadjaran Nyaah ka Jabar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Riset Bersama dalam Rangka Pengembangan Potensi Daerah di Kabupaten Ciamis pada hari Senin, tanggal 17 April 2017 bertempat di Aula Adipati Angganaya Bappeda Kabupaten Ciamis dihadiri oleh para kepala SKPD yang terkait dengan pengembangan potensi daerah seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Bappeda dan lain-lain.

ASUP JABAR didirikan untuk mendukung percepatan pembangunan Jabar yang didasarkan pada kekuatan akademik dalam penguatan kapasitas daerah dengan konsep dasarnya berupa sinergi atau saling memberdayakan antara Unpad dengan Pemprov Jabar, dimana pelaksanaanya di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, demikian disampaikan Rektor UNPAD, Prof. DR. Tri Hanggono Achmad, dr dalam sambutannya sekaligus membuka acara FGD.

Rektor UNPAD juga menyampaikan bahwa langkah ASUP JABAR untuk jangka pendek adalah penguatan database termasuk updating data pembangunan kabupaten/kota di Jawa Barat sedangkan jangka menengahnya adalah optimalisasi perencanaan daerah berbasis data dalam penyusunan RPJPD, RPJMD, Renstra, RKPD dan Renja SKPD yang lebih terarah dan terukur sedangkan jangka panjangnya adalah hasil penelitian UNPAD di Kabupaten/Kota. Program UNPAD Nyaah ka Jabar salah satunya dengan menerima calon mahasiswa terbaik dari kabupaten/kota untuk 51 program studi S1 di UNPAD melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dan secara proporsional.

Beberapa potensi daerah di Kabupaten Ciamis berdasarkan hasil diskusi antara lain:

1.    Masih rendahnya nilai investasi di Kabupaten Ciamis sehingga perlu adanya kajian Rencana Umum Penanaman Modal;

2.    Kabupaten Ciamis merupakan salah satu sentra produksi beras di Jawa Barat yang mengalami surplus, namun terkendala dengan kebutuhan traktor yang belum terpenuhi, sementara untuk potensi cabe kendalanya jika terjadi harga anjlok, petani belum siap untuk mengolah atau mengeringkan cabe karena terkendala dengan sumber daya manusia dan alat pengolahnya, sedangkan untuk potensi kopi terkendala dengan pengemasan yang masih sangat sederhana demikian juga untuk produk-produk UMKM;

3.    Pada bidang kesehatan, bahwa Kabupaten Ciamis memiliki 37 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit namun untuk pengelolaan limbah masih menggunakan jasa pihak ketiga, sehingga memerlukan biaya yang cukup besar, sedangkan untuk masalah lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah ketersediaan air bersih pada saat musim kemarau dimana masyarakat yang menggunakan air bersih tidak lebih dari 10% saja sehingga seringkali terjadi KLB diare dan DBD;

4.    Pada bidang peternakan, kendala dalam pengembangan Sapi Rancah bahwa masyarakat lebih memilih sapi ras yang lebih cepat pertumbuhannya, demikian juga untuk potensi pengembangan ayam sentul;

Potensi perindustrian seperti tahu bulat, dengan tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) menjadi permasalahan lingkungan, sehingga perlu adanya teknologi pengolah limbah tahu yang lebih praktis dan tidak memerlukan lahan yang luas.

project 1

Pembangunan di Kabupaten Ciamis ?! Silakan kunjungi