Kiwari | Seni

Karinding

yang Bikin Merinding

inggu, 20 September 2015 menjadi hari bersejarah bagi komunitas karinding di Jawa Barat, terutama di Kabupaten Ciamis. Pada hari itu, sebanyak 1.112 orang pemain karinding sukses mencatatkan rekor baru permainan karinding, sehingga tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk kategori rampak musik karinding dengan peserta terbanyak. Mereka memecahkan rekor yang semula menjadi milik BNI Bandung yang melakukannya dengan melibatkan 1.064 pemain karinding pada Februari 2014. Harmoni bunyi alat musik tradisi Sunda yang awalnya dibuat untuk mengusir hama di sawah itu membuat banyak pihak yang mendengarkan sekaligus menjadi saksi pemecahan rekor itu merinding. Kegiatan pemecahan rekor main karinding itu dilakukan komunitas seni karuhun dan masyarakat karinding Tatar Galuh Ciamis yang turut diinisiasi Kodim 0613 Ciamis. Beragam latar belakang profesi mulai TNI, Polri, pelajar, dan komunitas karinding di penjuru Jawa Barat seperti Pangandaran, Banjar, Cirebon, Sumedang, Sukabumi, Bandung, turut berkontribusi pada pemecahan rekor tersebut. Pemecahan rekor sendiri berlangsung di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Rampak musik karinding dengan peserta terbanyak, tidak hanya menjadi rekor Indonesia, akan tetapi juga dunia.


Gedung

Kesenian

abupaten Ciamis adalah daerah yang tergolong kaya akan ragam seni budaya. Beragam bentuk dan jenis kesenian ada di kabupaten ini. Khazanah seni dan budaya menjadikan Ciamis surga bagi mereka yang gandrung akan kesenian, terutama seni tradisional. Tari-tarian, seni musik, maupun seni peran berpusat di sini. Sebut saja bebegig, wayang lan - dung, gondang buhun, gem byung, tari kele, karinding, badud, calung reog, serta berbagai bentuk kesenian lainnya. Tak hanya tradisional, perkem - bangan seni modern dan kon temporer pun tumbuh subur. Para pelakunya membentuk ko - munitas, mulai dari musik rock, dangdut, metal, sampai beatbox ada di sini. Itu belum termasuk seni lukis, seni rupa, seni peran, dan lainnya. Berkesenian telah menjadi bagian dari nafas kehidupan masyarakat Ciamis.